☏ 62-21-791-186-531 | ✉ info.notarisppat@gmail.com

Biaya Pembuatan AJB

Cari Tahu Prosedur dan Biaya Pembuatan AJB

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika hendak membeli tanah. Untuk urusan legalitas, salah satu dokumen yang wajib dipenuhi adalah Akta Jual Beli atau AJB. AJB adalah dokumen berkekuatan hukum yang membuktikan adanya peralihan kepemilikan tanah dari penjual kepada pembeli sebagai pemilik baru. AJB akan menjadi referensi terkuat untuk masalah hukum terkait proses jual beli tanah. Oleh karenanya, penting bagi pihak penjual maupun pembeli untuk memahami dan biaya pembuatan AJB.

Syarat dan Biaya Pembuatan AJB

Syarat Pembuatan AJB
ilustrasi: Syarat Pembuatan AJB

Proses pembuatan AJB dilakukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dengan prinsip terang dan tunai. Terang maksudnya dilakukan secara langsung di depan notaris PPAT, sedangkan tunai artinya pembayaran dilakukan secara tunai sesuai kesepakatan.

Adapun sejumlah persyaratan yang biasanya diminta PPAT untuk membuat AJB adalah sebagai berikut:

Persyaratan yang Harus Disiapkan Pembeli

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Surat Nikah (apabila sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Persyaratan yang Harus Disiapkan Penjual

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Surat Nikah (apabila sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Sertifikat Tanah
  • Surat Tanda Terima Setoran (STTS) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Prosedur dan Biaya Pembuatan AJB

Prosedur Pembuatan AJB
ilustrasi: Prosedur Pembuatan AJB

Setelah semua persyaratan terlengkapi, selanjutnya Anda bisa mulai mengurus AJB dengan mengikuti prosedur berikut ini.

Datang ke Notaris/PPAT

Karena pembuatan AJB hanya bisa dilakukan di pejabat terkait, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah datang ke notaris/PPAT yang ada di wilayah tempat properti berada.

PPAT nantinya akan menjelaskan prosedur jual beli tanah serta proses pembuatan AJB secara lengkap. Anda yang sudah mempersiapkan kelengkapan dokumen juga bisa langsung menyerahkan ke pihak PPAT.

Pemeriksaan Keaslian Sertifikat dan PBB

Setelah menerima dokumen-dokumen yang dibutuhkan, PPAT biasanya akan memeriksa keabsahan sertifikat tanah dan PBB. PPAT akan memastikan kesesuaian data teknis dan yuridis antara sertifikat tanah dengan buku tanah yang ada di kantor pertanahan.

Pemeriksaan tersebut juga dilakukan PPAT untuk memastikan tanah yang akan diperjual belikan tidak sedang dijaminkan, terlibat sengketa hukum, atau berada dalam penyitaan pihak berwenang. Sementara, pemeriksaan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB dilakukan untuk memastikan bahwa tanah tidak mengalami penunggakan PBB.

Persetujuan Suami Istri

Biaya Pembuatan AJB
ilustrasi: Persetujuan Suami Istri

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan saat pembuatan AJB adalah persetujuan suami/istri. Pihak penjual harus mendapatkan persetujuan dari suami atau istri bahwa tanah tersebut memang boleh dijual.

Hal ini diperlukan mengingat dalam perkawinan terjadi pencampuran harta bersama antara suami dan istri, termasuk hak atas tanah. Apabila suami atau istri telah meninggal, maka surat persetujuan suami/istri bisa diganti dengan surat keterangan kematian dari kantor kelurahan setempat.

Pelunasan Biaya Pembuatan AJB

Selain membayar harga jual beli tanah yang telah disepakati, dalam transaksi jual beli tanah pihak penjual dan pembeli juga harus melakukan pelunasan biaya pembuatan AJB yang meliputi Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

PPh wajib dibayar oleh penjual sebesar 5% dari harga tanah, sedangkan pembeli wajib membayar BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Tak hanya itu, jasa PPAT biasanya juga ditanggung oleh pihak penjual dan pembeli.

Penandatanganan AJB

Setelah melalui proses pemeriksaan dokumen dan pelunasan biaya, langkah terakhir adalah melakukan penandatanganan.

Penandatanganan AJB dilakukan di kantor PPAT dengan melibatkan penjual, pembeli, serta dua orang saksi. Umumnya, dua orang saksi tersebut berasal dari kantor PPAT yang bersangkutan.

Jadi, itulah penjelasan lengkap mengenai prosedur dan biaya pembuatan AJB. Baca juga artikel lainnya mengenai “Perbedaan Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah SHM dan SHGB”

Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi Anda.

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB

Yuk Kenali Syarat dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB

Mengetahui cara serta biaya pembuatan sertifikat tanah dari AJB atau akta jual beli menjadi pengetahuan penting ketika ingin membeli tanah atau rumah. Dengan mempertimbangkan biaya tersebut, Anda dapat melakukan kalkulasi pengeluaran total yang perlu dikeluarkan. Di waktu yang sama, pembuatan sertifikat tanah dari AJB tersebut, memberi status kepemilikan yang jelas kalau tanah sudah berada di tangan Anda.

Banyak orang yang beranggapan bahwa AJB sudah cukup kuat dijadikan sebagai alat bukti kepemilikan tanah. Namun, anggapan tersebut ternyata salah. AJB yang proses pembuatannya dilakukan di hadapan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) hanyalah bukti yang menunjukkan bahwa telah ada transaksi jual beli tanah seperti yang telah disebutkan pada akta. Selanjutnya, AJB dapat digunakan sebagai sarana untuk membuat sertifikat tanah sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang sah.

Cara Pembuatan AJB

Cara Pembuatan AJB
ilustrasi:Cara Pembuatan AJB

Dalam proses pembuatannya, AJB merupakan bukti transaksi yang melibatkan berbagai jenis tanah. Anda bisa menemukan tanah ber-AJB yang masih belum bersertifikat ataupun sudah disertai sertifikat.

Dalam proses pembuatannya, AJB harus disertai dengan beberapa persyaratan, seperti

  1. Fotokopi KTP dan KK penjual serta pembeli;
  2. Fotokopi NPWP pembeli;
  3. Surut yang menjadi bukti hak atas tanah;
  4. Bukti pembayaran PBB;
  5. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah;
  6. Surat keterangan yang dikeluarkan kepala desa, lurah, atau camat;

Syarat Pengurusan Sertifikat Tanah dari AJB

Syarat Pengurusan Sertifikat Tanah dari AJB
ilustrasi:Syarat Pengurusan Sertifikat Tanah dari AJB

Ketika Anda sudah memiliki AJB, maka tahap berikutnya adalah melakukan pengurusan ke kantor pertanahan.

Dalam prosesnya, terdapat beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan, yakni:

  1. Formulir permohonan sertifikat yang memuat identitas pemohon serta data-data terkait tanah yang akan disertifikatkan.
  2. Surat keterangan tanah bebas sengketa, bertujuan untuk memastikan bahwa tanah tidak dalam kondisi sengketa. Di dalamnya, terdapat tanda tangan pejabat setempat, seperti RT dan RW yang kemudian disahkan kepala desa atau lurah setempat.
  3. AJB yang dikeluarkan PPAT
  4. Sertifikat hak atas tanah
  5. Bukti pelunasan PPh, PBB, serta BPHTB
  6. Salinan KTP penjual serta pembeli

Semua dokumen tersebut perlu Anda bawa ke kantor pertanahan terdekat. Anda dapat memilih untuk mengurus sendiri atau bisa pula menggunakan jasa dari PPAT.

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah dari AJB

Selanjutnya, bagaimana dengan biaya yang perlu dikeluarkan selama proses pengurusan sertifikat tanah yang berasal dari AJB?

Pada tahapan pengurusannya, ada beberapa jenis biaya yang bakal Anda bayarkan, yakni:

1. Biaya penggunaan layanan Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Biaya ini merupakan biaya resmi yang ditentukan oleh pemerintah untuk setiap penggunaan layanan BPN. Ada beberapa jenis layanan yang bakal Anda manfaatkan, di antaranya adalah pemeriksaan tanah, pengukuran tanah, survei tanah, dan sebagainya.

2. Biaya pendaftaran

Untuk setiap pendaftaran tanah yang akan disertifikatkan, setiap pemohon dibebankan biaya tertentu. Nominal biaya pendaftaran ini memiliki perbedaan di masing-masing tempat, sesuai dengan kebijakan pemerintah setempat. Hanya saja, nominal tersebut bersesuaian dengan nilai jual objek pajak (NJOP) dari tanah yang disertifikatkan.

3. Biaya tenaga PPAT

Jenis biaya yang terakhir bukanlah biaya yang dibayarkan ke BPN. Biaya ini merupakan pengeluaran opsional ketika Anda memilih menggunakan jasa PPAT. Nominal biaya jasa untuk tenaga PPAT berkisar antara 0,5% hingga 1% dari total nilai transaksi jual beli tanah.

Demikianlah info mengenai prosedur serta biaya yang perlu Anda keluarkan ketika ingin mengurus sertifikat dari AJB. Anda dapat baca juga “Perbedaan Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah SHM dan SHGB”

Semoga bisa membantu, ya!

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah di Indonesia

Mengenal Jenis dan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah di Indonesia

Pengetahuan mengenai jenis serta biaya pembuatan sertifikat tanah menjadi informasi yang penting untuk setiap warga negara Indonesia. Pengetahuan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengurus sertifikat tanah sesuai dengan kebutuhan. Di waktu yang sama, informasi ini juga berguna agar Anda bisa mengurus sertifikat tanpa tergoda bujuk rayu dari para calo.

Kepemilikan sertifikat tanah memberikan banyak keuntungan. Keberadaan sertifikat tersebut, memberikan status kepemilikan yang jelas di mata hukum. Tidak hanya itu, jenis sertifikat yang dimiliki juga sangat berpengaruh pada harga jual. Sebagai tambahan, tanah dengan jenis sertifikat tertentu, bisa Anda gunakan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank.

Jenis-Jenis Sertifikat dan Alat Bukti Kepemilikan Tanah yang Diakui di Indonesia

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah
Jenis-Jenis Sertifikat dan Alat Bukti Kepemilikan Tanah yang Diakui di Indonesia

Seperti yang telah disebutkan, ada beberapa jenis sertifikat yang menjadi bukti kepemilikan hak atas tanah di Indonesia. Jenis-jenis sertifikat tersebut adalah:

1. SHM

Sertifikat hak milik (SHM) merupakan jenis sertifikat dengan status kepemilikan terkuat yang diakui Pemerintah Indonesia. Sertifikat ini hanya bisa diberikan kepada WNI. Ketika memiliki SHM, Anda diakui sebagai pemilik lahan dan bisa memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dengan tanpa ada batasan apapun.

2. SHGB

Sertifikat hak guna bangunan (SHGB) adalah jenis sertifikat yang memungkinkan Anda untuk mendirikan bangunan di atas sebuah lahan. Dengan kata lain, Anda berstatus sebagai penyewa lahan dengan durasi mencapai 30 tahun dan bisa diperpanjang selama 20 tahun. SHGB boleh dimiliki oleh WNI ataupun warga asing.

3. SHSRS

Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) menjadi tipe sertifikat yang ditujukan secara khusus untuk bangunan rumah susun. Keberadaannya menjadi bukti kepemilikan lahan serta bangunan secara bersama.

4. AJB

Akta jual beli (AJB) bukanlah sebuah sertifikat yang dikeluarkan oleh kantor pertanahan. Namun, AJB menjadi bukti bahwa tanah telah mengalami peralihan kepemilikan dari penjual kepada pembeli. Selanjutnya, AJB dapat digunakan sebagai bukti sah untuk pengurusan sertifikat tanah.

5. Surat tanah tradisional

Selain empat surat bukti kepemilikan tersebut, ada pula surat tanah tradisional yang masih cukup sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Surat tanah tradisional ini bisa berbentuk berbagai macam, di antaranya adalah petok D, girik, letter C, dan sebagainya. Surat tanah tradisional termasuk sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang lemah. Meski begitu, Anda bisa menggunakannya sebagai sarana pengurusan sertifikat.

Perhitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah yang Resmi

ilustrasi: Perhitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah yang Resmi
ilustrasi: Perhitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah yang Resmi

Dalam perhitungannya, ada beberapa biaya yang bakal Anda keluarkan ketika ingin mengurus sertifikat tanah, yaitu:

  • Biaya PPAT

Berbeda dengan calo, pejabat pembuat akta tanah (PPAT) merupakan tenaga resmi yang membantu Anda dalam mengurus legalitas tanah di Indonesia. Nominal biaya untuk penggunaan jasa PPAT biasanya disesuaikan dengan besaran transaksi.

  • Biaya pendaftaran sertifikat

Biaya pengurusan sertifikat tanah yang perlu Anda keluarkan berikutnya adalah biaya pendaftaran sertifikat. Nominal biaya ini ditentukan dengan nilai jual objek pajak (NJOP). Semakin luas tanah, semakin besar biayanya. Apalagi, ketika tanah tersebut berada di lokasi yang sangat strategis.

  • Biaya layanan BPN

Dalam proses pengurusan sertifikat tanah, Anda akan memerlukan penggunaan layanan dari BPN. Layanan ini bisa berbagai macam, di antaranya adalah pemeriksaan, pengukuran, pemetaan tanah, dan sebagainya. Baca juga “Cara Pengurusan dan Biaya Sertifikat Tanah dari Petok D”

Besaran biaya tersebut tercantum jelas dalam peraturan pemerintah. Itulah informasi mengenai jenis sertifikat tanah beserta dengan biaya pengurusannya. Semoga bermanfaat. 

Biaya Sertifikat Tanah

Cara Pengurusan dan Biaya Sertifikat Tanah dari Petok D

Di kawasan pedesaan, banyak masyarakat tidak tahu mengenai cara pengurusan serta biaya sertifikat tanah yang resmi. Masyarakat pun banyak yang beranggapan kalau mengurus sertifikat tanah perlu mengeluarkan biaya mahal.

Apalagi, kondisi tersebut diperkeruh dengan praktik percaloan yang marak. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa bukti kepemilikan tanah berupa petok D sudah cukup kuat.

Namun, apakah hal itu memang benar? Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu petok D. Petok D merupakan bukti kepemilikan tanah yang statusnya setara dengan sertifikat tanah.

Hanya saja, kondisi tersebut berlaku ketika pemerintah belum memberlakukan Undang-Undang Pokok Agraria pada tanggal 24 Desember 1960.

Setelah berlakunya UU Pokok Agraria, maka petok D menjadi alat bukti kepemilikan tanah yang lemah di mata undang-undang. Keberadaannya hanya berguna sebagai alat bukti pembayaran pajak kepada negara yang dilakukan oleh pengguna tanah.

Oleh karena itu, pemilik tanah perlu melakukan pengurusan sertifikat tanah agar bukti kepemilikannya menjadi lebih kuat.

Cara Mengurus Sertifikat Tanah dari Petok D ke SHM

Cara Mengurus Sertifikat Tanah dari Petok D ke SHM
ilustrasi: Cara Mengurus Sertifikat Tanah dari Petok D ke SHM

Lalu, bagaimana cara agar pemilik tanah bisa meningkatkan bukti kepemilikannya dari petok D menjadi sertifikat hak milik (SHM)?

Ada 2 tahapan proses yang perlu Anda lakukan, yakni di tingkat pemerintah desa atau kelurahan dan kantor pertanahan.

Di tingkat pemerintah desa atau kelurahan, berkas yang perlu Anda urus adalah:

  1. Surat keterangan tidak sengketa
    Surat ini diperlukan untuk memastikan bahwa tanah tidak berstatus sengketa. Dalam pembuatannya, surat keterangan ini disertai dengan saksi dari ketua RT dan RW.
  2. Surat keterangan riwayat tanah
    Surat keterangan ini menerangkan riwayat kepemilikan tanah dari awal pencatatan di kelurahan sampai kondisi terkini.
  3. Surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik
    Surat keterangan ini dibuat oleh pemohon untuk memastikan penguasaan tanah yang menjadi haknya. Untuk bantuan kepengurusan anda bisa menggunakan jasa notaris.

Setelah memperoleh dokumen-dokumen tersebut, langkah selanjutnya adalah mengurus ke kantor pertanahan.

Biaya Sertifikat Tanah dari Petok D
atrbpn.go.id

Ada beberapa tahapan yang bakal Anda lalui ketika berada di kantor pertanahan, yaitu:

  1. Pengajuan permohonan sertifikat dengan disertai dokumen yang dibutuhkan.
  2. Pengukuran tanah di lokasi secara langsung yang dilakukan oleh petugas dengan didampingi pemohon atau kuasanya untuk menunjukkan batas-batas tanah.
  3. Pengesahan surat ukur yang bertandatangan pejabat berwenang, biasanya adalah kepala seksi pengukuran dan pemetaan kantor pertanahan.
  4. Pemrosesan surat ukur oleh Petugas Panitia A yang beranggotakan kepala desa atau lurah setempat dengan disertai petugas kantor pertanahan.
  5. Pengumuman data yuridis yang dilakukan di kantor balai desa/kelurahan dan kantor pertanahan. Pengumuman berlangsung selama 60 hari, dengan tujuan untuk menjamin bahwa tidak ada pihak yang keberatan dengan data-data tersebut.
  6. Penerbitan SK Hak atas Tanah. SK ini masih belum berupa sertifikat karena perlu menjalani proses penyertifikatan di Sub Seksi Pendaftaran Hak dan Informasi.
  7. Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB) menjadi kewajiban yang perlu dilakukan pemilik tanah sebelum penerbitan sertifikat.
  8. Pendaftaran SK Hak yang bertujuan untuk penerbitan sertifikat.
  9. Pengambilan sertifikat

Biaya Sertifikat Tanah yang Resmi di Kantor Pertanahan

 Biaya Sertifikat Tanah
ilustrasi : Biaya Sertifikat Tanah

Biaya sertifikat tanah yang perlu dikeluarkan disesuaikan dengan luas tanah. Semakin besar ukuran tanah, semakin tinggi pula biayanya. Apalagi, biaya tersebut juga punya keterkaitan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Mengenai durasi pengurusannya, rata-rata membutuhkan waktu selama 6 bulan. Namun apabila anda tidak mempunyai cukup waktu bisa menggunakan jasa notaris PPAT atau bisa baca informasi lainnya “Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah dan Proses Pengurusannya”

Biaya Balik Nama Sertifikat

Ini Prosedur serta Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Rumah

Ketika membeli properti, Anda perlu memperhitungkan biaya balik nama sertifikat tanah dan rumah. Pengurusan sertifikat memberi jaminan kepada Anda sebagai pemilik hak atas tanah yang dilindungi oleh undang-undang. Untuk proses pengurusannya, Anda bisa memilih untuk mengurus sendiri atau menggunakan jasa pejabat pembuat akta tanah (PPAT)

Biaya yang perlu Anda keluarkan ketika mengurus surat tersebut sebenarnya tidak terlalu mahal. Hanya saja, hal yang kerap membuat proses pengurusannya memerlukan biaya besar adalah karena penggunaan tenaga calo.

Padahal, prosedur pengurusan balik nama sertifikat tanah tidak terlalu membingungkan.

Prosedur Pengurusan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Rumah

Prosedur Pengurusan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Rumah
Prosedur Pengurusan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Rumah

Ketika ingin mengurus balik nama sertifikat, ada beberapa dokumen yang perlu Anda persiapkan, yakni:

1. Akta tanah PPAT

Proses pendaftaran sertifikat memerlukan akta yang dibuat oleh PPAT. Jenis akta disesuaikan dengan sebab peralihan tanah. Jenis-jenis akta tanah di antaranya adalah akta jual beli, akta hibah, akta pembagian hak bersama, dan sebagainya.

2. Bukti pembayaran pajak

Ketika mengurus balik nama sertifikat, Anda perlu menunjukkan bukti pelunasan pajak. Ada 3 jenis pajak yang perlu Anda bayarkan, yakni Pajak Penghasilan (PPh), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan.

3. Fotokopi KTP

Anda juga perlu menyediakan fotokopi KTP pemegang hak tanah, penerima hak tanah, serta kuasanya. Hal yang perlu diperhatikan, masing-masing fotokopi KTP harus sudah disertai legalisir pejabat berwenang.

4. Surat hak atas tanah

Sertifikat dengan status kepemilikan nama pemilik terdahulu juga harus Anda bawa. Ketika Anda mengurus balik nama dari tanah yang belum bersertifikat, harus disertai dengan data pendukung, seperti petok D, letter C, girik, dan sebagainya.

5. Surat permohonan balik nama

Dokumen selanjutnya berupa surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli tanah.

6. Surat pengantar dari PPAT

Setiap proses pengurusan balik nama sertifikat tanah, baik yang dilakukan sendiri atau menggunakan jasa PPAT, harus disertai surat pengantar yang berasal dari PPAT.

Proses pengurusan balik nama sertifikat tanah tersebut dapat Anda lakukan dengan mendatangi kantor pertanahan setempat. Ketika semua dokumen telah lengkap, maka pihak kantor pertanahan bakal mencoret nama pemilik hak yang lama dan menggantinya dengan nama pemilik hak atas tanah yang baru.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Biaya Sertifikat Tanah dan Rumah

Biaya Balik Nama Sertifikat
Hal-Hal yang Mempengaruhi Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Rumah

Biaya balik nama sertifikat tanah dan rumah yang resmi sebenarnya tidak mahal. Dalam perhitungannya, ada beberapa faktor yang berpengaruh pada nominal biaya tersebut, yakni:

  1. Jenis bukti kepemilikan

Proses pembuatan sertifikat dapat dilakukan dari berbagai sumber alat bukti. Sebagai contoh, ketika Anda mengajukan sertifikat tanah dari petok D, tentu biayanya bakal lebih mahal dibandingkan ketika melakukan balik nama dari tanah yang sudah bersertifikat.

  • Harga jual tanah

Biaya untuk proses balik nama sertifikat tanah sangat dipengaruhi oleh harga jual tanah. Dalam perhitungannya, Anda bakal dihadapkan dengan nilai jual objek pajak (NJOP) dengan persentase yang ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah.

  • Luas tanah

Faktor terakhir yang perlu Anda perhatikan adalah luas tanah. Semakin besar ukuran tanah, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi, ketika Anda menggunakan layanan dari BPN, seperti pengukuran tanah, pemeriksaan tanah, dan sebagainya.

Itulah informasi mengenai prosedur serta biaya yang perlu Anda keluarkan ketika ingin mengurus balik nama sertifikat tanah. Anda juga dapat membaca artikel “Mencermati Berbagai Biaya dalam Mengurus Akta Jual Beli Rumah”

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

biaya balik nama sertifikat rumah warisan

Perbedaan Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah SHM dan SHGB

Hampir sebagian besar masyarakat kurang mengetahui prosedur serta biaya balik nama sertifikat tanah yang resmi dari pemerintah. Karena minimnya pengetahuan tersebut, tidak heran kalau banyak orang yang memilih untuk mengurus sertifikat dengan menggunakan jasa calo.

Namun, apakah cara pengurusan sertifikat tanah, terutama untuk proses balik nama SHM dan SHGB memang sangat sulit?

Sebelum membahas mengenai proses serta biaya dalam pengurusan balik nama sertifikat tanah, Anda perlu mengetahui bahwa ada beberapa penyebab yang membuat adanya peralihan tanah, di antaranya adalah lelang, jual beli, warisan, hibah, ataupun tukar menukar. 

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Perbedaan Tanah Berstatus SHM dan SHGB

biaya balik nama sertifikat tanah
Perbedaan Tanah Berstatus SHM dan SHGB

Sebelum membahas mengenai cara pengurusan balik nama sertifikat yang berstatus SHM dan SHGB, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengetahui perbedaan keduanya. SHM memberikan status kepemilikan penuh.

Sementara itu, SHGB hanya memberi hak penggunaan bangunan pada tanah milik negara ataupun perorangan pada batas waktu yang telah ditentukan.

Dengan tingkat penggunaan yang terbatas, tidak heran kalau bangunan yang didirikan di atas tanah bersertifikat SHGB dijual dengan harga lebih murah dibandingkan tanah SHM.

Meski begitu, tanah SHGB tetap bisa dialihkan kepemilikannya. Bahkan, SHGB juga dapat ditingkatkan statusnya menjadi SHM.

Prosedur Pengurusan dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah SHM dan SHGB di Indonesia

Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah
Prosedur Pengurusan dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah SHM dan SHGB di Indonesia

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah menetapkan prosedur yang jelas mengenai pengurusan sertifikat tanah, baik SHM ataupun SHGB. Apalagi, pemerintah juga telah berupaya untuk mempermudah birokrasi pengurusan sertifikat tanah. Oleh karena itu, ketika Anda ingin melakukan mengurus proses balik nama sertifikat, tak ada salahnya untuk melakukannya sendiri.

Hal yang perlu Anda ketahui, proses balik nama sertifikat tanah, baik yang berstatus SHM ataupun SHGB tidak memiliki perbedaan. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui keberadaan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) yang bisa membantu proses pengurusan yang resmi, bukan calo. Anda dapat memilih menggunakan jasa PPAT atau melakukan pengurusan sendiri.

Selanjutnya, Anda perlu mempersiapkan beberapa persyaratan yang perlu dibawa ke kantor pertanahan, yakni:

  1. Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PPh;
  2. Surat permohonan serta surat kuasa (ketika menggunakan jasa PPAT);
  3. Akta jual beli yang dikeluarkan PPAT;
  4. Fotokopi SPPT PBB;
  5. Sertifikat kepemilikan tanah atau hak atas tanah;
  6. Fotokopi KTP pemilik atau pemegang hak, penerima hak, dan atau orang yang menerima kuasa yang telah dilegalisir pejabat berwenang;

Lalu, berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk proses balik nama sertifikat, baik tanah SHM ataupun tanah SHGB, tersebut?

Ada beberapa jenis biaya yang bakal Anda keluarkan ketika mengurus balik nama sertifikat itu, yakni:

  • Biaya cek keabsahan sertifikat, yang nominalnya berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp100 ribu.
  • Ketika Anda menggunakan jasa PPAT, ada biaya penggunaan jasa yang perlu dikeluarkan. Nominalnya disesuaikan dengan nilai transaksi, biasanya berkisar antara 0,5%-1% dari transaksi.
  • Biaya balik nama yang resmi bergantung dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
  • Biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah yang nilainya ditentukan berdasarkan PP Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Untuk pengurusan sertifikat tanah di BPN, idealnya bisa selesai hanya dalam waktu 5 hari kerja. Kondisi tersebut dapat dicapai ketika Anda telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan.

Anda juga dapat membaca Mengenal Tugas dan Biaya Notaris Jual Beli Rumah Baru dan Bekas. Semoga bermanfaat, ya.

biaya balik nama sertifikat rumah

Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah dan Proses Pengurusannya

Setelah membeli rumah khususnya rumah bekas bukan dari pengembang, Anda akan mulai mengurus balik nama rumah. Pengurusan ini dilakukan untuk menghindari masalah-masalah di kemudian hari seperti ada sengketa dan sejenisnya. Oleh karena itu Anda harus segera mempelajari hal-hal terkait dengan biaya balik nama sertifikat rumah dan prosesnya.

Dengan mempelajari hal itu, Anda akan tahu berapa banyak biaya yang akan dibutuhkan serta berapa lama waktu yang dibutuhkan. Simak beberapa hal tentang biaya nama untuk sertifikat rumah dan bangunan serta langkah kepengurusannya di bawah ini.

Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah
sertifikat tanah

Biaya untuk balik nama sertifikat rumah sama dengan tanah. Biayanya sekitar Rp25.000 atau lebih tergantung dengan jenis bangunan yang dimiliki apakah luas dan tergolong mewah. Selanjutnya biaya juga bisa berbeda kalau Anda diuruskan oleh notaris PPAT atau mengurusnya sendiri. Atau anda dapat membaca biaya notaris jual beli rumah sebelum anda balik nama sertifikat.

Persyaratan Mengurus Balik Nama

Persyaratan Mengurus Balik Nama rumah jakarta
Persyaratan Mengurus Balik Nama

Sebelum melakukan pengurusan balik nama sertifikat rumah atau tanah, ada baiknya menyiapkan beberapa persyaratan yang tidak boleh terlewatkan.

Persyaratan itu terdiri dari beberapa dokumen berikut ini:

  • Surat (1) Permohonan; (2) Kuasa otentik, jika pemohonnya dikuasakan oleh orang lain.
  • Sertipikat hak atas tanah asli, bukan salinan atau fotokopi.
  • Akta jual beli atau AJB dari PPAT yang asli.
  • Fotokopi identitas diri dari pemegang hak, penerima hak, dan atau kuasanya yang dilegalisasi oleh pejabat setempat yang berwenang.
  • Bukti pelunasan dari PPh dan BPHTB.
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan.
  • Izin Pemindahan Hak dari pejabat setempat berwenang.

Semua dokumen di atas harus disiapkan dengan baik dan lengkap. Selanjutnya pengurusan baru bisa dilakukan. Anda bisa datang ke notaris PPAT yang pernah membantu membuat AJB tanah atau bangunan.

Proses Mengurus Balik Nama

Proses Mengurus Balik Nama
Proses Mengurus Balik Nama

Proses balik nama sertifikat rumah bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa cara di bawah ini secara berurutan.

Kalau ada langkah yang terlewat, Anda akan kebingungan sendiri dan bolak-balik ke kantor PPAT atau ke Kantor Pertanahan.

  • Memutuskan untuk mengurusnya sendiri atau meminta bantuan dari Notaris PPAT. Kalau Anda meminta bantuan dari PPAT, siapkan semua berkas yang dibutuhkan seperti berkas permohonan balik nama, Akta Jual Beli yang asli dari PPAT, sertifikat tanah asli, KTP dari pembeli serta  penjual, dan bukti pelunasan dari PPh dan biaya lainnya.
  • Kalau ingin mengurus sendiri, seluruh persyaratan di atas dibawa dan meminta surat pengantar dari PPAT. Tanpa pengantar dari PPAT Anda tidak akan bisa mengurusnya.
  • Anda bisa membawa semua berkas yang disiapkan untuk permohonan balik nama ke Kantor Pertanahan terdekat di mana bangunan rumah itu didirikan. Petugas akan melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan pemberian formulir bukti permohonan balik nama. Simpan bukti ini baik-baik untuk mengambil sertifikat yang sudah memiliki nama baru.
  • Waktu untuk melakukan balik nama sertifikat tanah sekitar 5 hari aktif. Artinya kalau melewati akhir pekan waktunya bisa bertambah lebih lama lagi. Pilih hari Senin atau Selasa untuk mengurus.
  • Setelah semua proses berjalan dengan lancar, Kantor Pertanahan akan mencoret pemegang hak lama dengan tinta hitam dan mengubah dengan pemilik baru pada buku tanah dan sertifikat. Anda bisa mengambil sertifikat yang baru.

Demikianlah beberapa ulasan tentang biaya balik nama sertifikat rumah dan juga langkah mengurusnya yang tepat.

Dengan melakukan beberapa hal di atas, Anda akan tahu bagaimana cara mengurus balik nama yang benar dan juga memahami langkah serta persyaratan yang dibutuhkan.

Cara Menghitung Biaya Balik Nama Rumah yang Tepat

Setelah membeli rumah atau tanah secara resmi dan mendapatkan akta jual beli, tahap selanjutnya yang bisa dilakukan adalah balik nama untuk sertifikat. Dengan melakukan balik nama ini, sertifikat akan resmi menjadi hak milik Anda. Oleh karena itu, ketahui berapa biaya balik nama rumah atau tanah mulai dari sekarang.

Jangan menunda perubahan nama pada sertifikat yang Anda miliki setelah beli atau mendapatkan warisan. Kalau ditunda, proses jual beli di masa lalu bisa saja terganggu. Selain itu ada kemungkinan muncul sengketa kalau tidak atas nama Anda sendiri. (Baca juga: Mengenal Tugas dan Biaya Notaris Jual Beli Rumah Baru dan Bekas)

Biaya Balik Nama Rumah

biaya balik nama rumah

Sebenarnya biaya untuk balik nama tidak terlalu banyak. Untuk satu sertifikat saja hanya sekitar Rp25.000 atau lebih dari itu tergantung dengan aturan yang baru. Namun, beberapa orang tidak tahu hal ini dan selalu menganggap biaya balik nama bisa mencapai jutaan rupiah.

Biaya balik nama untuk rumah atau bangunan bisa saja lebih dari Rp25.000 kalau asetnya besar dan tergolong mewah. Jadi, perlu pengecekan lebih lanjut terkait dengan biayanya. Konsultasikan dengan Notaris PPAT yang sebelumnya membantu Anda dalam membuat AJB tanah atau bangunan.

Persyaratan Balik Nama Rumah

Persyaratan Balik Nama Rumah
Biaya balik nama rumah

Sebelum Anda melakukan pengurusan balik nama rumah, terlebih dahulu menyiapkan beberapa persyaratan yang penting dan tidak boleh tidak ada.

Persyaratan itu terdiri dari:

  • Surat (1) Permohonan. (2) Kuasa autentik, jika pemohonnya dikuasakan.
  • Sertipikat hak atas tanah.
  • Akta jual beli atau AJB dari PPAT.
  • Fotokopi identitas diri dari pemegang hak, penerima hak, dan atau kuasanya yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  • Bukti pelunasan dari PPh dan juga BPHTB.
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan.
  • Izin Pemindahan Hak dari pejabat berwenang.

Semua dokumen di atas harus disiapkan dengan baik dan lengkap. Selanjutnya pengurusan baru bisa dilakukan. Anda bisa datang ke notaris PPAT yang pernah membantu membuat AJB tanah atau bangunan.

Proses Balik Nama Rumah

Proses Balik Nama Rumah

Proses balik nama rumah bisa dilakukan dengan melakukan beberapa cara di bawah ini secara berurutan.

  • Memutuskan untuk mengurusnya sendiri atau meminta bantuan PPAT. Kalau Anda meminta bantuan dari PPAT, siapkan berkas yang dibutuhkan seperti berkas permohonan balik nama, AJB asli dari PPAT, sertifikat tanah asli, KTP dari pembeli dan penjual, dan bukti pelunasan dari PPh dan sebagainya.
  • Kalau ingin mengurus sendiri, seluruh persyaratan di atas dibawa dan meminta surat pengantar dari PPAT.
  • Selanjutnya Anda bisa membawa semua berkas untuk permohonan balik nama ke Kantor Pertanahan terdekat atau berada di lokasi bangunan atau rumah berada. Petugas akan melakukan pemeriksaan dan dilanjutkan pemberian formulir bukti permohonan balik nama.
  • Pastikan untuk membawa semua persyaratan yang ada dan tidak ada masalah yang terjadi. Kalau sampai ada persyaratan yang tidak lengkap, Anda pasti repot harus bolak-balik lagi saat mengurus.
  • Waktu untuk melakukan balik nama sekitar 5 hari aktif. Artinya kalau melewati Sabtu dan Minggu waktunya bisa bertambah lebih lama lagi.
  • Setelah semua proses berjalan dengan lancar, Kantor Pertanahan akan mencoret pemegang hak lama dengan tinta hitam dan mengubah dengan pemilik baru pada buku tanah dan sertifikat.

Biaya balik nama rumah memang tidak mahal. Yang membuat semuanya terlihat mahal adalah prosesnya yang cukup rumit bagi orang awam.

Apalagi kalau Anda lebih memilih diuruskan notaris atau orang yang terkait. Biayanya bisa jadi membengkak. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Kalau anda masih kesulitan atau ingin info lebih lanjut bisa menghubungi notarisppat di 021-791-186-531 atau klik disini untuk konsul melalui WA.

biaya notaris jual beli rumah

Mengenal Tugas dan Biaya Notaris Jual Beli Rumah Baru dan Bekas

Jual beli rumah membutuhkan cukup banyak biaya apalagi rumahnya tergolong mewah dan besar. Untuk menyiapkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan Anda harus tahu biaya notaris jual beli rumah baik baru atau bekas. Setelah mengetahuinya Anda bisa bersiap-siap untuk melakukan transaksi.

Selain mengetahui biaya notaris, kita juga harus tahu apa saja yang harus dilakukan oleh notaris agar proses jual beli berjalan dengan lebih lancar dan aman.

Biaya Notaris Jual Beli Rumah

biaya notaris jual beli rumah
biaya notaris jual beli rumah

Biaya notaris khususnya PPAT tidak sama di setiap proses yang dilakukan. (klik di sini untuk mengetahui biaya notaris)

Biasanya biaya dari objek pajak atau bangunan yang dijual memengaruhi biaya yang dibayarkan. Misal bangunan harga Rp500 juta punya biaya lebih besar dari bangunan dengan biaya sekitar Rp300 juta.

Selanjutnya ada juga notaris yang tidak mau biaya kecil-kecil seperti pengecekan sertifikat dan sejenisnya. Mereka lebih suka membebankan biaya sebesar 0,5-1% dari besarnya transaksi yang dilakukan. Biaya itu sudah mencakup semua hal dari awal hingga akhirnya.

Penjual dan pembeli biasa melakukan negosiasi sendiri dengan notaris terkait biaya yang harus dibayarkan. Apakah menggunakan persentase dari nilai jual rumah atau dengan biaya rinci dan dihitung satu per satu. Biasanya biaya dengan konsep presentasi ini jauh lebih mahal.

Biaya notaris ini biasanya ditanggung sesuai dengan kesepakatan bersama. Namun, seringnya penjual dan pembeli akan menanggung secara adil atau 50:50 dari total yang harus dikeluarkan.

Jadi, Bicarakan dahulu masalah biaya yang harus dibayar antara penjual dan pembeli baru ke Notaris PPAT. (Klik di sini untuk konsultasi)

Selanjutnya biaya dokumen dan kepengurusan lain yang harus ikut dibayarkan ke notaris terdiri dari:

biaya notaris jual beli rumah
biaya dokumen dan kepengurusan lain yang harus ikut dibayarkan ke notaris
  • Biaya cek sertifikat: Rp50.000 – 300.000.
  • Biaya SK 59: Rp100.000.
  • Biaya validasi pajak bangunan/tanah : Rp200.000
  • Biaya Akta Jual Beli (AJB): Rp2,4 juta (Diproses setelah semua proses transaksi berjalan dengan lancar dan lunas.)
  • Biaya Balik Nama (BBN): Rp750.000 (Nama pembeli akan diganti di sertifikat yang akan diterbitkan nantinya, bukan lagi nama dari pemilik lama.)
  • SKHMT (surat kuasa hak membebankan hak tanggungan): Rp250.000
  • APHT: Rp1,2 juta

Biaya di atas bisa saja berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain. Jadi, tanyakan ke notaris terlebih dahulu agar jelas. (Klik di sini konsultasi dengan notaris)

Tugas dari Notaris

biaya notaris jual beli rumah
biaya notaris jual beli rumah – notarisppat.org

Setelah memahami berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh seseorang kita harus tahu seperti apa tugas dari notaris khususnya PPAT.

  • Memberikan konsultasi pada penjual dan pembeli terkait dengan proses jual beli yang akan dilakukan. Biasanya notaris akan meminta penjual dan pembeli membawa persyaratan untuk membuat AJB dan dokumen lainnya agar proses transaksi bisa berjalan dengan lancar.
  • Melakukan pemeriksaan sertifikat tanah dan juga bangunan yang dimiliki oleh penjual. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah sertifikatnya asli atau tidak. Kalau sertifikatnya asli dan tidak ada sengketa, kemungkinan besar proses AJB bisa segera dibuat.
  • Mengurus dokumen  yang diberikan ke lembaga terkait hingga selesai.
  • Menerbitkan AJB tanah atau rumah sesuai dengan kesepakatan penjual dan pembeli dan transaksi yang dilakukan. Kalau semua proses sudah berjalan dan biaya dibayarkan, kemungkinan besar AJB segera terbit.

Inilah beberapa ulasan tentang biaya notaris jual beli rumah dan juga tugas yang mereka lakukan. Dengan memahami biaya di atas kita bisa memperkirakan sendiri kira-kira bujet berapa yang harus dikeluarkan untuk membeli rumah. (Baca juga : Biaya pembuatan akta jual beli rumah)

Apakah rumah baru atau rumah bekas. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

akta jual beli rumah

Mencermati Berbagai Biaya dalam Mengurus Akta Jual Beli Rumah

Selama ini banyak dari kita selalu menganggap kalau biaya untuk membuat akta jual beli rumah hanya sekitar biaya calo, biaya notaris, dan balik nama saja.

Padahal ada banyak komponen biaya yang harus dibayarkan agar semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

Berikut 10 komponen biaya-biaya yang harus dipersiapkan dalam proses pembuatan akta jual beli rumah.

akta jual beli rumah
10 komponen biaya-biaya yang harus dipersiapkan dalam membuat akta jual beli rumah

1. Biaya Akta Jual Beli Rumah

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus AJB rumah sekitar 0,5%-1% dari nilai transaksi yang dilakukan. Biaya ini harus dibayar oleh pembeli.

Meski demikian beberapa transaksi kerap terjadi kesepakatan pembagian biaya AJB rumah antara penjual dan pembeli. AJB rumah dikeluarkan oleh Notaris PPAT. (Klik di sini untuk akta jual beli tanah)

2. BPHTB

BPHTB harus dibayarkan oleh mereka yang membeli bangunan. Biaya yang harus dikeluarkan sekitar 5% dari harga rumah dikurangi dengan NJOPTKP.

Setelah harga asli bangunan dikurangi NJOPTKP barulah didapatkan jumlah biaya yang harus segera dibayarkan.

3. PPh

akta jual beli rumah
Pajak Penghasilan atau PPh harus dibayarkan oleh penjual bangunan

Pajak Penghasilan atau PPh harus dibayarkan oleh penjual bangunan. Biaya yang harus dikeluarkan sekitar 5% dari nilai transaksi yang dilakukan.

Misal seseorang menjual bangunan dengan biaya sekitar Rp500 juta. Total PPh yang harus dibayarkan sekitar Rp25 juta.

4. PPN

PPN dibebankan kepada pembeli kalau rumah yang dibeli berjenis rumah baru. Misal harga dari rumah yang akan dibeli sekitar Rp500 juta. Pajak yang harus dibayarkan sekitar 10% dari harga jual rumah atau sekitar Rp50 juta. Kalau rumah yang dijual bukan rumah baru (property primary), PPN tidak akan ada lagi.

5. PPn BM

PPn BM adalah pajak barang mewah yang harus dibayarkan dengan besaran sekitar 20% dari harga jualnya. Saat ini bangunan yang dianggap sebagai barang mewah memiliki batas ukuran 150 m2 dan dibeli langsung dari pengembang. Kalau jualbeli terjadi antar perorangan PPn BM tidak diperlukan.

6. Biaya Cek Keaslian Sertifikat

Sertifikat bangunan atau tanah harus dicek oleh notaris PPAT kalau ingin membuat AJB rumah. Biaya pengecekannya sekitar Rp300.000 saja dan tidak akan selesai dalam sehari. Biasanya butuh beberapa hari untuk menyatakan sertifikat aman dan tidak ada sengketa.

7. Biaya Balik Nama

akta jual beli rumah
biaya balik nama dalam proses pembuatan akta jual beli rumah

Setelah semua biaya seperti PPh dan BPHTB dilunasi, seseorang baru bisa melakukan balik nama. Dengan melakukan balik nama, seseorang bisa mendapatkan hak sepenuhnya atas bangunan yang dibeli.

Ke depannya kalau akan dijual, prosesnya tidak akan rumit. Biaya balik nama sekitar satu per seribu atau permil dari NJOP + Rp50 ribu. (Klik di sini untuk mengetahui biaya balik nama)

8. PNBP

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2010, PNBP untuk bangunan sekitar satu permil dari NJOP + Rp50 ribu. Misal bangunan yang dijual sekitar Rp1 miliar. Biaya yang dikeluarkan untuk PNBP ini sekitar Rp1 juta ditambah Rp50 ribu.

9. Biaya untuk Notaris

Biaya Notaris PPAT tergantung dengan jumlah harga dari objek pajak yang dijual atau dalam hal ini adalah harga bangunan atau rumah. (Klik Di sini untuk biaya notaris ppat)

Biayanya notaris mencakup cek sertifikat, AJB, dan sebagainya. Namun, ada juga notaris yang sudah menetapkan biaya sekitar 1% dari nilai transaksi yang dilakukan.

10. Biaya Asuransi

Biaya asuransi dibayarkan untuk memberikan rasa aman saja. Transaksi dengan nominal besar tentu riskan terjadi kesalahan dan penipuan. Biaya dari asuransi sekitar 0,5% dari total aset yang dijual.

Inilah beberapa komponen biaya yang harus dipersiapkan kalau Anda ingin membeli rumah dan membuat akta jual beli rumah secara resmi.

Semoga dengan mengetahui komponen biaya di atas, Anda bisa memprediksi sendiri besaran biaya yang dikeluarkan agar tidak mengalami penipuan.